International
Perang Beralih ke Ekonomi! Trump Lancarkan 'D-Day' terhadap Iran, Ini Dampaknya
tribunnews.com
•21 August 2026, 10:00 PM
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Donald-Trump-dan-Mojtaba-Khamenei.jpg)
Ringkasan Berita: AS memperluas tekanan ekonomi dengan mengancam negara, bank, dan perusahaan yang masih bertransaksi dengan Iran, termasuk pembelian minyak dan transfer keuangan. Sanksi baru dapat membatasi akses Iran terhadap dolar, perbankan internasional, pendapatan minyak, dan perdagangan global. Keberhasilan strategi Trump bergantung pada sikap negara-negara yang masih memiliki hubungan ekonomi dengan Iran. Jika tetap berdagang dengan Teheran, dampak “D-Day ekonomi” AS bisa lebih terbatas.
TRIBUNNEWS.COM – Amerika Serikat (AS) kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran, kali ini melalui jalur ekonomi setelah konflik kedua negara memasuki fase yang semakin sulit diselesaikan melalui kekuatan militer maupun diplomasi. Presiden AS Donald Trump menyebut strategi terbaru tersebut sebagai “D-Day ekonomi”. Kebijakan ini tidak hanya diarahkan kepada Iran, tetapi juga kepada negara, perusahaan, dan lembaga keuangan asing yang masih melakukan transaksi dengan Teheran. Langkah tersebut muncul setelah konflik berlangsung hampir enam bulan tanpa tanda-tanda kemenangan cepat bagi Washington.
Nantinya kebijakan ini berpotensi membuka babak baru konflik AS-Iran, karena tekanan tidak lagi hanya diarahkan melalui operasi militer, tetapi juga melalui perdagangan, keuangan, dan akses terhadap sistem ekonomi global. Sejauh ini mekanisme lengkap dari kampanye tekanan ekonomi terbaru AS masih belum dijelaskan secara terperinci. Namun Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberikan gambaran mengenai arah kebijakan Washington dalam wawancara dengan CNBC International. Baca juga: Trump Klaim Selat Hormuz, Iran Balas California!
Benarkah Perang Narasi Bisa Jadi Perang Darat? Ia mengatakan AS siap mengambil tindakan terhadap negara mana pun, termasuk negara yang selama ini menjadi mitra Washington, apabila negara tersebut dinilai memberikan bantuan kepada Iran. Ancaman tersebut dapat mencakup pihak yang mentransfer uang kepada Iran, membeli minyak dari Teheran, hingga membantu aktivitas perdagangan melalui jalur laut. Artinya, sasaran kebijakan AS berpotensi meluas jauh melampaui perusahaan atau lembaga yang berada di dalam Iran.
Bank asing, perusahaan perdagangan, jaringan transportasi, serta negara ketiga yang membantu transaksi dengan Iran juga dapat menghadapi tekanan dari Washington. Kebijakan tersebut menjadi penting karena Iran masih memiliki hubungan perdagangan dengan sejumlah negara meskipun telah menghadapi berbagai sanksi ekonomi selama puluhan tahun. Apa Dampaknya bagi Ekonomi Iran? Pertanyaan utama yang muncul adalah seberapa besar “D-Day ekonomi” Trump dapat menekan Iran.
Sanksi ekonomi pada dasarnya bertujuan membatasi kemampuan suatu negara untuk memperoleh pendapatan, melakukan transaksi internasional, serta mengakses sistem keuangan global. Jika diterapkan secara luas, kebijakan AS dapat membatasi akses Iran terhadap dolar AS, perbankan internasional, pendapatan ekspor minyak, dan jaringan perdagangan global.



